Topik: product-management
15 tulisan.
Mulai Course dari Pekerjaan yang Harus Bisa Dilakukan Peserta
Sebelum menyusun silabus course, cari tahu siapa yang ingin dibantu, pekerjaan apa yang ingin mereka selesaikan, dan hasil apa yang bisa mereka bawa pulang.
Realita Adalah Verifikator Terakhir
Server kami tumbang padahal health check hijau sampai menit-menit terakhir. Catatan soal jarak antara lolos tes dan benar di dunia nyata, dari tulisan seorang product designer sampai paper Berkeley.
Ritual, Bukan Alat
OKR kami mati di dua alat berturut-turut. Catatan soal kenapa alat hanya hidup kalau ada ritual yang menempel, dan ritual mana yang paling cepat hilang ketika agen AI mengerjakan sebagian besar tiket.
Mutation-Driven Framing untuk PM
Stakeholder request datang, PM tanya kenapa, langsung shaping. Enam minggu kemudian baru sadar yang dibangun bukan jawaban. Ada cara lebih murah ketauan salahnya.
Dua Kurva Kecerdasan yang Menentukan Karir dan Cara Kerja Tim
Dua jenis kecerdasan gerak ke arah berlawanan seiring usia. Kenapa engineer senior kadang jadi penghambat, dan junior naif justru yang ngangkat terobosan.
Intuisi Itu Shortcut dari Kedalaman, Bukan Kemalasan
Banyak yang ngeliat intuisi sebagai lawan dari riset. Setelah cukup lama di product, aku makin yakin intuisi yang baik justru hasil riset bertahun-tahun yang sudah dikompresi jadi reflex.
Produktif Bukan Berarti Efektif
Catatan refleksi setelah ngerasain hari-hari yang terasa sibuk tapi gak ada yang matters. Distinksi produktif dan efektif menurutku adalah salah satu hal paling underrated di lingkungan kerja modern.
Strategi adalah Pilihan Eksplisit, Bukan Planning
Catatan setelah ikut kelas strategic thinking dan baca ulang Roger Martin. Banyak yang bilang punya strategi, padahal yang dipegang baru roadmap. Distinksi ini lebih penting dari yang aku duga.
Designer yang Nggak Paham Medium-nya Itu Pelukis yang Nggak Paham Kanvas
Grid dan Flex itu bahasa dasar layout web. Designer yang nggak paham constraint medium-nya bikin karya yang cuma bagus di Figma, nggak di dunia nyata.
Claude Code Sekarang Bisa Punya "Tim" Dan Ini Mengubah Caraku Deliver Product
Claude Code punya fitur Agent Teams - satu AI bisa spawn tim, bagi tugas paralel, dan saling koordinasi. Ini catatan cara pakainya buat deliver product lebih cepat.
Solution-First Valid Kalau Teknologi Berubah Lebih Cepat dari Problem Space
Start from the problem itu advice valid di era tech statis. Tapi kalau tech berubah lebih cepat dari problem space, solution-first jadi equally valid.
Gimana Cara Gunain Shape Up di 2026
Buku Shape Up (2019) sudah banyak yang baca, tapi banyak tim yang gagal implementasi. Ini catatan lapangan evolusi metodologi Shape Up yang tidak ada di buku—hasil pengalaman Ryan Singer setelah keluar dari Basecamp yang menyelamatkan ribuan tim dari kegagalan.
Bagaimana Framing Bisnis Menyelamatkan Kode Warisan 7 Tahun
Studi kasus bagaimana menolak rewrite total dan menggunakan strategi hybrid untuk ninkatin advantage competitive di karir
Metrik Mana yang Sebenernya Penting untuk Website
Pageviews naik, bounce rate turun, tapi revenue flat. Dashboard punya puluhan metrik tapi masih bingung kenapa konversi stagnan. Ternyata, kebanyakan metrik itu noise. Yang kita butuhkan adalah metrik yang terhubung langsung dengan aksi nyata user.
Kenapa Kita Beli Sesuatu yang Sebenernya Nggak Butuh
Pernah beli sesuatu yang sebenernya nggak terlalu butuh, tapi rasanya harus banget punya? Ternyata ada framework yang explain kenapa kita bikin keputusan kayak gitu. ELMR Framework ini cara memahami gimana orang beneran bikin keputusan—bukan gimana kita pikir orang bikin keputusan.