Catatan Ibrahim Nurul Huda
Aku menulis soal membangun produk, software, dan tim di era AI, plus refleksi pribadi. Sebagian besar dari pekerjaan yang sedang kujalani.
Pilihan
Kenapa Founder yang Konsisten Menang dari yang Brilliant
Founder yang konsisten menang dari founder yang brilliant. Bukan soal siapa yang lebih cepat, tapi siapa yang tetap bergerak.
Solution-First Valid Kalau Teknologi Berubah Lebih Cepat dari Problem Space
Start from the problem itu advice valid di era tech statis. Tapi kalau tech berubah lebih cepat dari problem space, solution-first jadi equally valid.
Gimana Cara Gunain Shape Up di 2026
Buku Shape Up (2019) sudah banyak yang baca, tapi banyak tim yang gagal implementasi. Ini catatan lapangan evolusi metodologi Shape Up yang tidak ada di buku—hasil pengalaman Ryan Singer setelah keluar dari Basecamp yang menyelamatkan ribuan tim dari kegagalan.
Terbaru
Haruskah Tim yang Separuhnya Agen Pindah dari Git ke Jujutsu?
Catatan hari kedua memakai Jujutsu (jj) di repo trunk-based dengan beberapa agen AI yang ikut menulis. Satu sore berantakan jadi delapan MR, dan op log jadi kotak hitam pesawat.
Stacked MR Tanpa Graphite, karena di jj Stack Cuma Bentuk Graph
Di jj, stack bukan metadata yang harus dijaga alat lain, tapi bentuk graph itu sendiri, jadi revisi di lapisan bawah tidak butuh upacara restack.
Kebiasaan Git yang Ikut Pindah Rumah ke jj
Enam refleks git yang bikin orang pindahan tersandung di jj, dan apa yang sebaiknya dipakai sebagai gantinya.
Op Log di jj: Jaring Pengaman yang Bikin Berani Rebase
Setiap perintah jj tercatat di op log, dan catatan itu yang membuat eksperimen dengan history jadi murah.
Kamus Pindahan: Perintah Git yang Kamu Cari di jj
Padanan perintah git sehari-hari di jj, dan kenapa sebagian perintah itu tidak perlu diketik lagi.
Di jj, Working Copy Kamu Sudah Commit
Model mental pertama yang perlu dibongkar waktu pindah dari git ke Jujutsu, yaitu bahwa tidak ada ruang tunggu sebelum commit.
Realita Adalah Verifikator Terakhir
Server kami tumbang padahal health check hijau sampai menit-menit terakhir. Catatan soal jarak antara lolos tes dan benar di dunia nyata, dari tulisan seorang product designer sampai paper Berkeley.
Ritual, Bukan Alat
OKR kami mati di dua alat berturut-turut. Catatan soal kenapa alat hanya hidup kalau ada ritual yang menempel, dan ritual mana yang paling cepat hilang ketika agen AI mengerjakan sebagian besar tiket.