Skip to content

Memahami Makna Surat Al-Anfaal Ayat 33

Updated: at 09.12

Refleksi

Berikut adalah pesan penting yang disampaikan dalam kajian menjelang buka puasa di pintu 19 Masjid Nabawi, berdasarkan surat Al-Anfaal ayat 33:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُون

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfaal: 33)

Ayat ini mengandung dua pelajaran penting:

  1. Pada awal ayat, digunakan fi’il mudhori’ (kata kerja present) لِيُعَذِّبَهُمْ yang terikat dengan waktu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hidup. Ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak akan mendapat azab dari Allah ta’ala selama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama mereka.

  2. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak hidup di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Jawabannya terdapat pada masdar (kata benda) مُعَذِّبَهُمْ yang tidak terikat dengan waktu. Masdar tersebut diikuti oleh wawu hal (wawu keadaan), yang menunjukkan bahwa selama mereka dalam keadaan meminta ampun kepada Allah ta’ala, maka Allah tidak akan mengazab mereka.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa meskipun kita tidak hidup di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita masih memiliki kesempatan untuk terhindar dari azab Allah ta’ala dengan senantiasa memohon ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Al-Qur’an dan bahasa Arab memiliki keindahan dan kedalaman makna yang luar biasa. Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita mempelajari, merenungi, dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an agar kita senantiasa berada di jalan yang benar dan mendapatkan rahmat serta perlindungan dari Allah ta’ala.

Semoga kita semua diberikan kemudahan dan kesungguhan dalam memahami serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.